| Tanggal Rilis | : | 2 Mei 2017 |
| Ukuran File | : | 0.458489 MB |
Abstraksi
Pada bulan April 2017, 2 (dua) kota IHK di Sumatera Utara mengalami deflasi, yaitu Pematangsiantarsebesar 0,17 persen dan Medan sebesar 0,53 persen. Sedangkan Kota Sibolga mengalami inflasi sebesar0,25 persen dan Padangsidimpuan inflasi 0,21 persen. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan April2017 mengalami deflasi sebesar 0,43 persen.Bulan April 2017, Medan deflasi sebesar 0,53 persen atau terjadi penurunan indeks dari 132,33 pada bulanMaret 2017 menjadi 131,63 pada bulan April 2017. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yangditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,09 persen, kelompok makananjadi, minuman, rokok dan tembakau deflasi 0,25 persen, dan kelompok transportasi komunikasi dan jasakeuangan deflasi sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakarmengalami inflasi sebesar 1,04 persen; kelompok sandang inflasi sebesar 0,17 persen; kelompok kesehatansebesar 0,52 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,05 persen.Komoditas utama penyumbang deflasi selama bulan April 2017 di Medan antara lain: cabai merah, dagingayam ras, bawang merah, gula pasir, angkutan udara, cabai rawit, dan bayam.Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen denganIHK 136,08 dan inflasi terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,02 persen dengan IHK 131,29. Sedangkandeflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,68 persen dengan IHK 121,70 dan deflasi terendah terjadidi Palembang sebesar 0,08 persen dengan IHK 125,51.Di Indonesia, pada bulan April 2017 dari 82 kota yang diamati Indeks Harga Konsumennya (IHK), 53 kotamengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dengan IHK 136,08.Sedangkan inflasi terendah terjadi di Cilacap sebesar 0,01 persen dengan IHK 130,60.