| Tanggal Rilis | : | 1 Agustus 2017 |
| Ukuran File | : | 0.446038 MB |
Abstraksi
Pada bulan Juli 2017, 2 (dua) kota IHK di Sumatera Utara mengalami inflasi, yaitu Medan sebesar 0,31 persendan Pematangsiantar 0,26 persen. Sedangkan Kota Padangsidimpuan dan Sibolga mengalami deflasimasing-masing sebesar 0,50 persen dan 0,23 persen. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan Juli2017 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen.Bulan Juli 2017, Medan inflasi sebesar 0,31 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 132,05 pada bulanJuni 2017 menjadi 132,46 pada bulan Juli 2017. Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yangditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar0,83 persen; kelompok bahan makanan 0,43 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakausebesar 0,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen dan kelompokpendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,05 persen. Sedangkan kelompok sandang dan kelompokkesehatan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,04 persen.Komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan Juli 2017 di Medan antara lain: angkutan udara, cabaimerah, tongkol/ambu-ambu, dencis, daging ayam ras, bawang merah dan kentang.Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Pekanbaru sebesar 0,58 persen dengan IHKsebesar 131,00. Inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,01 persen dengan IHK 127,99. Sedangkandeflasi tertinggi terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,50 persen dengan IHK 126,96 dan deflasi terendahterjadi di Metro sebesar 0,07 persen dengan IHK 136,49.Di Indonesia, pada bulan Juli 2017 dari 82 kota yang diamati Indeks Harga Konsumennya (IHK), 59 kotamengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Bau-Bau sebesar 2,44 persen dengan IHK 134,83.Sedangkan inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,99.