Jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara pada Agustus 2015 mencapai 6,39 juta orang atau bertambah sekitar 119 ribu orang bila dibanding angkatan kerja Agustus 2014, yaitu sebesar 6,27 juta orang.
Jumlah penduduk yang bekerja di Sumatera Utara pada Agustus 2015 mencapai 5,96 juta orang atau bertambah sekitar 81 ribu orang bila dibanding keadaan pada Agustus 2014 sebesar 5,88 juta orang.
Jumlah pengangguran terbuka juga mengalami peningkatan dari 391 ribu pada Agustus 2014 menjadi 429 ribu pada Agustus 2015 atau bertambah sebanyak tiga puluh delapan ribu orang.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara pada Agustus 2015 mencapai 6,71 persen, mengalami peningkatan sebesar 0,48 poin dibanding TPT Agustus 2014, yaitu sebesar 6,23 persen.
Lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian sebesar 41,30 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, rumah makan, dan akomodasi sebesar 21,33 persen, dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan sebesar 15,46 persen. Sedangkan sektor Industri yang paling sedikit menyerap tenaga kerja sebesar 7,55 persen.
Pada Agustus 2015, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 2,19 juta orang (36,81%), berusaha sendiri sejumlah 1,11 juta orang (18,65%), pekerja keluarga 1,03 juta orang (17,27%), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 939 ribu orang (15,75%).
Berdasarkan jumlah jam kerja, pada Agustus 2015 sebesar 3,99 juta (66,89%) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 14 jam hanya sebesar 310 ribu orang (5,21%).
Pada Agustus 2015, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 1,83 juta orang (30,70%), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sebesar 169 ribu orang (2,84%) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana sebesar 465 ribu orang (7,79%).
Secara umum, selama Agustus 2014 sampai Agustus 2015 terjadi penurunan kondisi ketenagakerjaan di Sumatera Utara. Hal ini diindikasikan dengan naiknya angka pengangguran terbuka, meningkatnya setengah pengangguran, menurunnya pekerja sektor informal,dan menurunnya pekerja full time worker (pekerja penuh waktu).