| Tanggal Rilis | : | 1 November 2017 |
| Ukuran File | : | 0.830021 MB |
Abstraksi
Pada bulan Oktober 2017, seluruh kota IHK di Sumatera Utara mengalamiinflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,31 persen; Pematangsiantar sebesar 0,15persen; Medan sebesar 0,24 persen; dan Padangsidimpuan sebesar 0,16persen. Dengan demikian, Sumatera Utara pada bulan Oktober 2017mengalami inflasi sebesar 0,23 persen.Bulan Oktober 2017, Medan inflasi sebesar 0,24 persen atau terjadipeningkatan indeks dari 135,31 pada bulan September 2017 menjadi135,63 pada bulan Oktober 2017. Inflasi terjadi karena adanyapeningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indekskelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar0,39 persen; kelompok sandang sebesar 0,72 persen; dan kelompokpendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,04 persen. Sementara itukelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makananjadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen; kelompokkesehatan sebesar 0,21 persen; dan kelompok transportasi, komunikasidan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.Komoditas utama penyumbang inflasi selama bulan Oktober 2017 diMedan antara lain: cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emasperhiasan, kelapa, ketupat/lontong sayur, sawi hijau, dankembung/gembung.Dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Batamsebesar 0,72 persen dengan IHK sebesar 131,12 dan terendah terjadi diJambi sebesar 0,05 persen dengan IHK 127,61. Sementara itu, deflasitertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,12 persen dengan IHK 138,63 danterendah terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,02 persen dengan IHKsebesar 129,13.